Archive for April 2006
Playboy diributkan? dan brand image
Playboy diributkan? aku mungkin sudah pikun atau entah ada desiran dari mana jadi lupa.
seorang penjaga toko kamera menyapaku di pintu masuk tokonya di sudut kota enschede, beberapa tahun lalu.
“indonesia ya?”.
“iya”, jawabku enteng.
“oh, anda bawa barang belanjaan, baru beli sepatu baru ya”.
“iya” kataku lagi, mulai agak serius dengan sapaan beruntun ini. terus aku lanjutkan,
“sepatu ini made in Indonesia lho”.
Penjaga berkumis dan gendut ini berkata,”ya, made by cheap labor”, trus dia tertawa terkekeh,”aku aku ogah beli, karena itu eksploitasi anak”, timpal dia.
aku melongo.
beberapa tahun kemudian..
playboy pun merangsek masuk ke indonesia awal maret 2006. Pro dan kontra bermunculan. Keberatan utama yang kontra adalah singkat saja bahwa ini adalah majalah porno. Yang pro berkata, porno dan tidak porno adalah relatif.Otakmu saja yang pikirannya jorok! toh playboy ini sama saja dengan majalah lainnya, eh malah mereka lebih porno dari playboy indonesia ini.
Peristiwa sepatu di Enschede menggores di benakku. Image yang dibangun tentang produk ternyata sudah cukup untuk membuat si penjaga toko itu untuk mengurungkan niatnya beli sepatu made in indonesia, dengan alasan eksploitasi anak.
Nampaknya ada pengaruh dari brand image terhadap purchase intention. Ternyata memang hubungan ini sudah menjadi temuan lumrah dan robust di marketing literature.
Definisi brand image adalah “all the associations that consumers connect with the brand…” (Batra & Homer, 2004). Aaker (1997) sebelumnya lebih spektakuler lagi, dia mengatakan bahwa brands mempunyai ciri-ciri personalit sama halnya dengan manusia. Jadi brand A bisa dibilang gagah, brand B itu sangat lembut dan gentle, brand C yang itu sangat sombong keliatannya. tiga titik dibelakang dari definisi brand image seperti yang dituliskan diatas adalah ” including but going beyond brand personality associations”. Jadi brand image ini lebih dahsyat dari brand personality.
Aku mulai mengamati berita-berita di koran-koran soal penolakan playboy.Kesimpulanku, sampai saat ini tak ada yang tegas rupanya menjadikan konsep brand image untuk menyerang playboy. Kita sama tahu image yang melekat pada playboy ini adalah porno, exploitasi wanita, seksi, selera rendah (bisa diteruskan). Deretan-deretan image ini melekat ke playboy karena begitulah majalah itu di barat sana. Ini bukan hal yang baru lagi.
Sayangnya kita semua tak seperti penjaga toko kamera itu. Brand image saja sudah cukup baginya untuk menolak membeli sepatu
Untuk kasus playboy, terserah apa isinya, apakah cuma memuat gambar seekor ayam di kandang kambing atau tikus di kandang monyet-selama masih berlabel Playboy, sudah cukup rasanya sebagai alasan penolakan. Kalau tidak, gantilah mereknya dengan majalah hewan.
Cerminan Masyarakat LBST?
Lempar batu sembunyi tangan (LBST) adalah salah satu peribahasa yang asli berasal dari Indonesia. Kalau diterjemahkan ke bahasa inggris secara 'letterlijk''artinya adalah 'throw stone (but) hide hand'. Setahu saya, tidak ada peribahasa asing seperti ini. Wikipedia edisi indonesia mengartikan peribahasa ini (sedikit saya koreksi) sebagai perbuatan dari orang yang tidak bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya alias pengecut.Sedangkan wikipedia edisi Malaysia persis menterjemahkan LBST ini dengan terjemahan Inggris diatas.
Ciri-ciri mengidap LBST ini sangat gampang dikenali. Orang yang punya sifat LBST ini takut sekali untuk menampilkan sosok dia sesungguhnya. Dia beraninya bermain di belakang. Melemparkan ide lewat orang ketiga, berkoar-koar di mailing list-mailing list dengan memakai id palsu adalah permainan khas mereka. Sebuah imel di maling list berbunyi begini:
" Jangan cuman berani lempar batu sembunyi tangan! Kamu kira bisa nyembunyiin IP kamu ! IP Asli kamu XXX.XXX.XXX.XXX kan!? "
Perhitungan orang LBST ini mungkin jika idenya salah, mereka akan terhindar dari resiko buruk yang bisa menimpa. Jika pun benar maka akan lebih bagus lagi. Soalnya target minimal perbuatan mereka hanya sebagai penyaluran hasrat.
LBST sepertinya strategi jitu orang kita untuk mengambil keuntungan tanpa mau menerima resikonya.
Saya menulis LBST ini karena rasa keheranan saya mengamati situs-situs profesional yang dibangun oleh orang indonesia kecuali situs-situs pribadi. Tanpa terkecuali, di situs-situs lembaga pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga penelitian, LSM, sangat sulit untuk mendapatkan profil sesungguhnya dari orang-orang yang ada di lembaga ini. Memang selalu ada ditemukan bagian profile atau siapa kami di situs-situs tersebut. Tapi isi bagian ini sangat umum dan sangat penuh bumbu untuk mengusung kebonafidan. Sebuah situs resmi dari sebuah lembaga di universitas terkenal memuat tulisan dibawah di bagian "our people"nya:
Our staffs are highly committed to learn, keep updating with the latest of management know-how development as well as the latest methodology to ensure accurate decision.
Tidak ada informasi lanjut yang bisa di klik siapa sesungguhnya yang dimaksudkan. Lucunya, bagan dari organisasi di situs-situs kerap ada (terutama situs pemerintah), lengkap dengan bagan alir. Seolah-olah peminat organisasi mereka memang sangat ingin tahu tentang susunan internal organisasi. Tak jelas bagaimana accountabilitas dari staf-staf ini sesungguhnya. Mungkin karena lembaga ini sudah sangat mentereng jadi diharapkan calon pengguna jasa sudah maklum dengan kehebatan staf-staf mereka.
Jadi apa hubungannya menyembunyikan profil dengan LBST?
Ah, ada satu yang dilupakan. Mungkin saja kerahasian jati diri ini adalah cerminan dari sifat ilmu padi. Makin berisi makin runduk.
donald_desi
Latah
Orang kita memang latah, suka meniru-niru dan tak mau ketinggalan. Sayangnya aksi latan latah-latahan ini tidak mengandung unsur inovasi yang luar biasa selain memamerkan unsur ketahanan fisik, kebanjiran modal (apa iya), dan kepiawaian tertentu yang tak ada hubungannya dengan kreatifitas imajinasi dan inovasi. Buktinya banyak. Coba saja simak berita-berita di media massa, selalu saja ada berita mengenai rekor yang 'ter'. Ada berita tentang pemecahan rekor pembuatan kue tart terpanjang, menabur drum terlama, menempelkan tangan ke badan mobil terlama, bakar ikan terbanyak, off road terpanjang, baca puisi terlama, rekor siaran radio terlama,pukul beduk terlama, pentas teater terlama, dan terlama terlama lainnya. Begitulah realitas masyarakat kita.
Sepertinya kurang banyak yang bisa dibanggakan oleh masyarakat kita. Akhirnya jalan pintas untuk mengenalkan identitas diri dan bangsa adalah lewat kegiatan latah-latahan ini. Apa sebenarnya tujuan latah-latahan 'ter' ini? apakah untuk mengenalkan indonesia ke dunia luar? agar investor tertarik berinvestasi di indonesia. Alasan ini sepertinya cukup mengada-ada. Atau mungkin karena memang ingin dikenal saja? Seperti ada gejala penyakit psikologis MPO = menarik perhatian orang.Manusia memang cenderung mengaktualisasikan dirinya. tetapi celakanya, MPO ini tidak berpijak pada kondisi hidup yang sesungguhnya. Ada kebanggaan semu dan memilukan di balik latah-latahan ini. Ada yang ingin disembunyikan dengan miris. tetapi apa daya hanya ini yang bisa aku lakukan.
Hari ini ada berita latah lagi (detikcom, 24 april 06). Gubernur DKI Sutiyoso mau menyulap jalan-jalan kota jakarta menjadi arena balap mobil seperti GP Monaco, tak kalah dengan Singapura. Katanya "Ini semua semata-mata untuk mempromosikan Jakarta dengan brand image baru, yakni Enjoy Jakarta!.
Rasa-rasanya baru kemarin Jakarta kebanjiran. Sama seperti tahun-tahun lalunya. Image yang melekat dengan Jakarta selama ini adalah jakarta yang banjir, yang macet,yang disetiap simpangnya dipenuhi para pengemis jalanan, yang semrawut, yang panas dan bau asap knalpot kendaraan bukan main, yang sungainya hitam legam,yang aksi rampok dan todongya mengintai tiap penggguna jalan. Sungguh,sangat bertolak belakang dengan image yang mau diusung pak Gubernur: Enjoy Jakarta!.
Seberapa dahsyatkah image baru ini mampu mengalahkan image-image hitam lainnya itu? Tanyakanlah ke air yang membanjiri Jakarta.
Kata Bang Yos lagi, GP Sentul tak memadai karena akses kesana sulit. Buktinya Pak Presiden saja sampai diboncengi dengan sepeda motor untuk kesana sewaktu membuka kejuaraan sirkuit internasional grandprix A1. Tentu saja akses kesana sulit pak Gub, karena macetnya Jakarta bukan main. Kena banjir sedikit saja, aktivitas kota lumpuh lebih separuhnya.
Bukannya energi dicurahkan untuk pemecahan masalah, tapi malah mencari alternatif untuk latah-latahan.
Memang, kita semua tak mau TERtinggal.
Bruuum bruuuuuum..(deru mobil grandprix)
Kumpulan puisi pilihan: Sajak Ara
Kumpulan puisi ini aku hadiahkan buat Ara sebagai kado pernikahan kami. Kata pengantar ditulis oleh Hadi Susanto dan Koko Sudarmoko. buku kecil ini mengambil judul dari puisi pertama di buku tsb: Sajak Ara. selengkapnya isi buku tersebut bisa dilihat di http://sajakara.blogspot.com/
Jaar 1998
goede middag belanda,
aku datang dengan senyuman yang mengembang
untuk merajut masa depan
belajar serta menghapal rumus-rumus matematika kehidupan
mencatatkan puluhan kisah dan ceritera di halaman buku-bukuku yang lusuh
tentang kincir angin, bunga-bunga tulip dan musim dingin yang tak pernah bosan
sementara itu, aku akan terus mencari sebuah nama …
Jaar 2001
goede avond belanda,
pembelajaranku telah berubah menjadi suatu pertapaan
tanahmu seperti memerangkapku dalam perenungan yang mencekam
hari-hari sepi yang ditemani oleh rasa takut, cemas, dan gelisah seolah tanpa batas dan akhir
oleh karena itubiarkan aku bertapa meramu ilmu-ilmuku
yang aku serap di setiap lirikan ketidakmengertian orang-orang
sementara itu, aku akan terus mencari sebuah nama …
Jaar 2003
Goede nacht belanda,
marilah kita pasang mimpi-mimpi
lalu esok pagi kita tunggu apa jawabannya
welterusten sajalah!
sementara itu, aku akan terus mencari sebuah nama …
Jaar 2005
goede morgen belanda,
pencarianku ternyata enggan menungguku untuk menjadi tua dan lelah
sebuah jawaban dari puluhan tahun pertanyaan yang menganga
datang tak terduga dia berkata:
“aku disuruh Tuhan menemanimu, akulah sang penggenap”
“akulah sebuah alasan dari sejuta perjalanan
dan suatu rumus kehidupan yang kau cari-cari”
akulah sang nama, aku adalah Ara!
Maastricht, Juni-Juli 2005:
Sajak ini aku persembahkan buat Ara – calon istriku
doa ara
doa ini ditulis ara di penghujung tahun 2005. karna ara tak memberikan judul untuk doa ini, maka spontan, aku namakan saja DOA ARA
ya Allah,
jadikanlah hambamu ini memiliki hati yang lembut
yang tak ada kekerasan di dalamnya
tak ada kedengkian
tak ada kebencian
tak ada kemarahan
Ya Allah,
jadikanlah segala apa yang keluar daripadanya
segala kebaikan
segala ketenangan
yang dapat menenangkan diri hamba
suami hamba
keluarga hamba
orang-orang di sekitar hamba
Ya Allah,
jagalah dan peliharalah hambamu ini
jangan biarkan hamba menjadi batu,
jangan biarkan hamba menjadi besi
Jadikanlah kami mutiara bagi orang-orang disekeliling kami
Perkenankan Doa kami,
ya Allah
Amin amin ya Rabbal Alamin
ke paris
dah lama ingin ngajak ara ke paris, tetapi selalu ada saja halangan. akhirnya datang ajakan pergi ke par
is bareng2 sama keluarga hasanul hasibuan, keluarga ary-sofi. Jadi juga deh berfoto di trucadero. tempat ini tempat terfavorit untuk berfoto dengan latar belakang menare eiffel. tak salah, banyak pasangan yang berpose indah disini. O,ya sewaktu jerman berhasil menaklukkan perancis pada PD II, Hitler sendiri juga memilih berfoto disini bersama para jenderalnya.
Saat aku dan ara berpose ini, ara dah hamil 6 minggu lo. ketahuan bahwa test pack ara positif adalah pada hari rabu malam tgl 12 april. Pagi sabtu menjelang berangkat ke paris, sempat mengurungkan niat untuk ke paris karna 'morning sickness' yg dialami ara. Eh, ternyata selama di paris dan di disneyland, ara sehat-sehat saja. Yang muntah selama perjalanan malah, mbak Nurul-istri Hasanul. So, akhirnya aku dan ara bisa berpose ceria di depan Eifel.
Alhamdulillah ya Allah atas kesehatan yang Engkau berikan kepada Kami. Amin



