AHDAR: Sekali Duduk Sekali Baca

Membaca Buku dari A sampai Z

leave a comment »

Salah satu obsesi ku yang belum kesampaian adalah membaca suatu buku non fiksi dari lembar pertama sampai lembar terakhir, mengerjakan semua soal-soal di buku tersebut dan mengerti se mengertinya. Niat untuk melakukannya selalu ada. Tetapi sulit sekali untuk konsisten membaca lembar demi lembar dan mengerti. Mungkin karena untuk tetap konsisten ini butuh daya serap yang tinggi dan ketahanan konsentrasi yang luar biasa. Sepertinya aku belum masuk tipe manusia golongan ini.

Salah salah satu buku yang berhasil aku baca dari A sampai Z adalah buku tentang LISREL-salah satu teknik di ilmu statisik-karangan Adamantios Diamantopoulos yang diterbitkan oleh SAGE publication. Level buku ini kira-kira di tingkat pengantar. Betul-betul suatu buku pengantar. Sub judulnya saja adalah “a guide for uninitiated”. Jadi jangan disamakan dengan buku-buku statisika dan matematika dengan embel-embel “Introduction” yang mengecoh pembacanya. Buku-buku semacam ini biasanya ada di tingkat lanjutan. Ambil contoh buku “An Introduction to Probability Theory and Its Applications vol I” karangan William Feller-cetakan 1950- yang mustahil bisa dipahami seorang undergraduate kecuali kalau dia adalah seorang Feller !

Keberhasilanku membaca buku untuk uninitiated ini lebih disebabkan oleh materi di buku ini sudah dipelajari di buku lain. Selain ukuran buku ini cukup tipis sehingga lebih mudah untuk ditamatkan membacanya. Jadi belum pantas lah prestasi ini dibanggakan.

Sejarah mencatat beberapa ilmuwan besar yang di awal-awal penemuan jati diri mereka pernah membaca paling kurang satu buku sampai habis. Seorang Kovaleskaya-matematikawan wanita dari Rusia-di umur 11 tahun, membaca abis sebuah kopian buku Aljabar. buku ini dibacanya malam-malam menjelang tidur karena ayahnya masih melarang Kovaleskaya kecil menyukai matematika. Setahun kemudian setelah dia menamatkan buku ini, dia menamatkan satu buku lagi. Kali ini buku fisika yang dipinjami oleh tetangganya yang profesor Fisika. Uniknya, untuk mengerti konsep sinus-salah satu materi buku ini, dengan caranya sendiri Kovaleskaya malah me reinventing metode yang telah ditemukan berpuluh-puluh tahun sebelumnya.

Seorang pemain sirkus- imigran asal Italia dan mantan drop-out dari sekolah menengah sangat tergila-gila dengan trik permainan kartu dan dadu. Setelah berkelana selama 2 tahun di sirkus, suatu hari Persi Diaconis memutuskan untuk mengambil sekolah malam di suatu college di kota New York. Tujuan utamanya kembali ke bangku sekolah cuma satu: mengerti buku karangan Willam Feller ! Saya tidak tahu apa Persi benar-benar membaca Feller sampai selesai, tapi yang saya tahu adalah saat ini Persi adalah professor statisika dan matematika di Stanford University. Cerita ini bisa dibaca di buku Lady Tasting Tea karangan David Salzburg.

Jarang memang orang bisa menamatkan suatu buku sains dari lembar pertama sampai lembar terakhir. Tak terkecuali buku sains dengan nuansa populer sekalipun. Buku “theory of everything”nya Stephen Hawkings adalah sebuah best seller beberapa tahun lalu. Tapi diakui Hawkings sendiri, mungkin bisa diitung dengan jari berapa orang yang membacanya sampai habis dan mengerti isinya.

Nah, apakah anda atau anak anda berhasil menamatkan buku sains kelas “berat” dari lembar A sampai Z. Jika benar, kemungkinan besar anda atau anak anda adalah calon ilmuwan besar !

Written by ahdar

May 15, 2006 at 3:18 pm

Posted in ota

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.