AHDAR: Sekali Duduk Sekali Baca

Archive for August 2006

Eloquence

without comments

Eloquence is the paintings of the thought ~ Blaise Pascal

Written by ahdar

August 18, 2006 at 7:25 am

Posted in ota

verloskamer (bag. 1)

without comments

Sirene meraung-raung mendekati bus no.1 jurusan de Heer.Ara sedang kepayahan menahan kesal karena sedari tadi bus yg ditumpangi terjebak macet lebih 1 jam di markt. Secarik kertas dari dokter di tas kecil Ara berisikan sebuah tulisan yang sangat penting:verloskamer. Ya, ara harus segera dibawa ke kamar bersalin.Ini untuk memastikan kenapa ada bercak darah sejak jam 5 kemaren.

“Bercaknya persis dengan bercak pas di hari pertama menstruasi”.Ara menjelaskan ke dokter Wolfs dalam bahasa inggris tadi pagi di ruangan praktiknya.

“I hate to hear that there is a bleeding in the 6 months of pregnancy”, kata dokter Wolfs sembari menghela nafas yang panjang . Dokter Belanda ini sangat ramah dan penuh humor kepada pasiennya. Jarang sekali wajah khawatir dia pasang. Kali ini raut wajahnya sedikit tegang. Jam hampir menunjukkan pukul 10.30 pagi. Ini hari jumat.kalau bleeding ara tidak segera diketahui penyebabnya, bisa jadi fatal.

“I will call the gynecologist to know what we should do”.

Aku dan Ara saling berpandangan.sejurus kemudian berusaha memasang kuping kencang-kencang untuk menangkap apa isi percakapan dokter dengan gyncologist Academische Ziekenhuis Maastricht. Sayang, dengan kemampuan bahasa Belanda kami yang pas-pasan, tak banyak yang bisa kami tangkap.Huisart Wolfs meletakkan gagang telpon kemudian mengambil memo di mejanya dan berkata.

“You have to go to the hospital right away. A gynecologist will examine you in the delivery room or in dutch,it means verloskamer”, dokter Worlfs menyerahkan memo itu kepada kami.

“Kenapa istriku harus dibawa ke verloskamer dok?”,tanyaku heran.

“yes, because there, they have a complete set of equipment to check what is the cause of the bleeding”, terang dokter Worlf. Dia melanjutkan. Verlos itu artinya pelepasan,maknanya bukan melepaskan bayi saja, tetapi juga melepaskan segala kekhawatiran yang melanda,seperti yang dialami Ara sekarang. Kalau penyebab bleedingnya sudah kita ketahui, Ara akan tenang kan? dokter Worlfs mulai tersenyum.

Sejurus kemudian kami pun berkelakar dan tertawa ketika dokter Wolfs menceritakan pengalaman dia diundang oleh tetangganya yang Arab. “I dont know my host because what I see only her eyes covered with a black veil”. Kami tidak tahu kenapa dokter Wolfs tiba-tiba menceritakan ini. Mungkin karena dia liat jilbab Ara yang seperti jilbab umumnya muslim di Indonesia yang dia rasa berbeda dengan jilbab tetangganya itu.

Dokter Wolfs menghantarkan kami sampai ke pintu luar dan menyalami kami, “Good luck !”. Jarang sekali dokter-dokter di Indonesia mau menghantarkan tamunya ke depan pintu seperti dokter Belanda ini.

Kami berjalan ke arah halte Emmaplein melalui jalan tempat tinggal kami sendiri. 10 menit kemudian kami sudah sampai, dan syukur 10 menit berikutnya bus no 1 jurusan de Heer pun datang.Bus penuh dengan penumpang.Mungkin semua pada mau ke markt karena hari jumat ini adalah hari pasar.

Sesuatu yang tidak kami perkirakan sebelumnya pun terjadi. Ketika bus berada di sebuah pengkolan di jalan utama di Markt, bus tiba-tiba tidak bisa bergerak. Macet total !

Kami menduga kemacetan ini tidak akan berlangsung lama. Ah, paling cuma karena ini hari pasar dan pembeli pada bandel melintasi jalan untuk berbelanja ke kios-kios di seberang jalan. Kami kecele. Ini sudah lebih setengah jam, bus masih tidak beringsut di tempatnya. Aneh bin ajaibnya, si sopir malah menambah penumpang.

Seorang bapak tua berkacama mendatangi kami yang duduk persis di belakang sopir. Dalam bahasa Belanda dia berkata:saya mau duduk disini, ini tempat duduk buat orang seperti saya.Dia lantas menunjuk ke sebuah tulisan di kaca bis dekat duduk Ara: Bestemming voor Invaliden (tempat duduk buat orang yang invalid). Aku duduk di sebelah Ara dan tepat berada di depan orang itu. Aku balas permintaannya dalam bahasa inggris,aku harap dia mengerti perkataanku:she is bleeding.Dia balas: Ik ook (saya juga). Entah dia mengerti atau tidak maksud perkataanku,aku berkata lagi pada si meneer:zij is zwanger ! sambil memutarkan tangan kiriku ke arah depan memperagakan perut buncit orang hamil. Dia pun ngacir ke belakang mencari tempat duduk lain. Aneh bener nih orang batinku.

Ara mulai gelisah hebat “fleknya keluar lagi dame”, katanya lirih. Aku yang dari tadi tenang, mulai gelisah. Belum ada tanda-tanda bus bergerak maju. Yang bikin kesal, bus berlawanan arah dengan bus kami, malah tambah menambah kemacetan. Bukannya bus ini melaju terus, malah menaikkan penumpang dan si sopir membuka kaca jendela busnya berkelakar dengan sopir bis yang kami tumpangi. Penumpang di belakangku-kayaknya orang Vietnam melihat kejadian ini dan ikut2an memasang muka kesal,sama seperti mukaku ini. Penumpang-penumpang yang lain pun mulai menggerutu, malah satu dua anak-anak muda mulai turun dengan membawa koper dan ransel mereka yang terlihat berat. Mungkin mereka harus mengejar trein.

“dame,kok lama bener bis ini,aku gak tahan lagi”

aku menoleh ke Ara,”Ra,sabar ya, sebentar lagi bus jalan kok”. Ara terus menundukkan kepalanya. Matanya memandang lantai bus,sekali-kali mendongak keluar melihat kemacetan yang terjadi. Air mata mengalir deras turun membahasi jilbabnya. Kedua tangannya terkatup rapat dikepit di kedua lututnya.Aku gelisah betul  dan sangat iba melihat istri yang aku nikahi setahun yang lalu ini. Proses pernikahanku dengan Ara sangat cepat.Pertama kali aku melihat Ara di hidupku adalah saat teman2 PPI (persatuan pelajar indonesia) berjualan di taman kota Maastricht di hari ulang tahun Ratu Belanda, 30 April 2005.Seminggu kemudian aku uraikan maksudku untuk menikahinya. Ara mengangguk.Tiga bulan kemudian,tepatnya tanggal 21 Agustus, kita menikah di Lampung dan seminggu sesudah itu aku sudah berada lagi di Maastricht.Sedangkan Ara tinggal di Den Haag, melanjutkan studi masternya. Sebulan yang lalu Ara pindah ke Maastricht,setelah hampir 11 bulan kami pisah kota.

Posisi dudukku sudah gak karuan. Satu kaki menginjak lantai bis,kaki kiri menjuntai di bangku.”Aku akan ngomong ke sopir bahwa istriku ini harus dibawa segera ke verloskamer !”, aku membulatkan tekad dalam hati.Aku keluarkan memo sakti dokter dari tas tangan Ara.

Tiba-tiba dari arah belakang, bu Selly (namanya aku ketahui kemudian) muncul dan berjalan ke arah sopir bus kami.”sopir, berapa lami lagi ini kami nunggu?”tanyanya dalam bahasa Belanda yang super lancar.

“Eh, mbak sampai kapan nih bus ngetem. istriku ini bloeding,kami tadi dari huisart.kata huisart, gak normal di usia kehamilan 6 bulan terjadi bloeding”.kataku ke mbak Selly dalam bahasa indonesia,karena aku yakin mbak ini orang indonesia.Tadi aku liat dia duduk di samping mbak Metty yang aku kenal.

“aaaah,bleeding???kok gak ngomong dari tadi, eh aku Selly,temannya mbak Metti”.

“aku anto” balasku cepat.

Mbak Selly langsung ngomong ke sopir.yang aku tangkap dia ngomong..bloeding ..bloeding. Mendengar ini,si sopir keliatannya bereaksi panik dan melihat ke arah Ara yang lagi nangis. Penumpang2 di sekitar kami pun mulai sadar dengan apa yang terjadi di deretan depan.

“dia mau ke rumah sakit”, kata mbak Selly ke sopir. Aku keluarkan memo dokter Wolfs,dengan muka lugu aku liatkan tulisan dokter…verloskamer !

Sopir mulai gelisah hebat. Dia panggil polisi yang lagi berada di perempatan menertibkan kemacetan..bloeding..bloeding. Si polisi dengan sigap naik ke bis dan mendekati Ara…Wah gawat ini. dia lantas berlari keluar dan memberitahukan teman polisi dia yang lain.

Ajaib ! bis mulai melaju,kemacetan tiba-tiba sirna. Semua kendaraan yang berlawanan arah dengan bis kami ke pinggir semua.

bersambung…

Written by ahdar

August 11, 2006 at 7:00 pm

Posted in diari

tujuh prajurit mesti selamat

without comments

Akibat perubahan kurikulum unimaas (www.unimaas.nl) dari sistem drs ke sistem BAMA (bachelor/master)-mengikuti sistem US, aku jadi kebanjiran mahasiswa master kurikulum lama sbg supervisor thesis mereka. Agustus ini penentuan,jika mereka tak lulus alias thesis mereka tak aku approved,alamat mereka terancam untuk mengambil mata kuliah baru yg tak ada di kurikulum lama, pada term baru nanti.arti lain, cost mereka akan nambah. yg paling menakutkan mereka mesti mengulang thesis dari awal lagi dg topik yg sama sekali baru.

tapi nampaknya nasib ketujuh prajurit ini selamat.satu persatu dari mereka sudah mengirimkan draftnya minggu lalu.tinggal 3 orang lagi yang sudah menjanjikan akan menyerahkan draft minggu depan.

cukup pusing juga,karena selain harus baca thesis,mesti nyari penguji bagi mereka,sedangkan sebagian besar anggota departemen sedang liburan musim panas.

Written by ahdar

August 10, 2006 at 9:17 pm

Posted in diari

some pointers for woning seekers in Limburg

without comments

If you want to look for /house/studio/apartment/room for rent in Limburg,the following links may help

* list of makelaars in maastricht and Limburg

http://vastgoedmaastricht.toplinkjes.nl/

www.speurders.nl

www.funda.nl

* recommended makelaars

www.rotsvast.nl, you dont have to pay the registration fee to enable you to visit the room you want. Moreover, the staff is  willing to show you some available rooms even if you are not sure to rent the room.i must say that the staffs are nice and willing to help.

www.kamernet.nl, has many rooms around maastricht to offer.the rooms for rent are regularly posted in this site with a link where you can write an email to the owner (this means you react on the offer).The owner will contact you if she/he thinks you can rent the room. To react, you must pay the registration fee, then you got a number of quotas to react ( e.g. for 9 reactions will cost you 9.95 euro, check again the site, i am not sure about the cost). Payment for is only via bank transfer.

www.kamerburo.nl

Written by ahdar

August 8, 2006 at 4:37 pm

Posted in diari