AHDAR: Sekali Duduk Sekali Baca

Berbicara soal ketidakpastian: Angka atau Kata-Kata

leave a comment »

Hidup selalu penuh ketidakpastian. Mulai dari bangun pagi sampai tertidur lelap malam hari, setiap orang selalu berhadapan dengan ketidakpastian: Apakah hari ini akan hujan? apakah saya akan lulus ujian minggu depan ini? Apakah barang yang saya beli ini akan berfungsi dengan baik.

Ada dua cara untuk mengkomunikasikan ketidakpastian ini kepada orang lain. Pertama, dengan menggunakan angka. Sebagai contoh, seorang analis dapat mengkomunikasikan peluang bisnis kepada seorang calon investor seperti ini: perusahaan ini berkemungkinan 80% untuk mengalahkan pesaingnya. Cara kedua adalah dengan menggunakan bahasa verbal. Sebagai contoh, Perusahan yang anda lirik ini, pada tahun depan, sepertinya akan mengalahkan pesaingnya.

Mengandalkan salah satu cara untuk mengkomunikasikan ketidakpastian ini bisa fatal. Dalam contoh diatas, kata “sepertinya” seolah-olah diinterpretasikan sebagai peluang 80%. Tentu saja ini tidaklah benar. Sebagian orang mungkin memaknai kata “sepertinya” dengan peluang 50% atau 95%. Konon kabarnya peristiwa meledaknya pesawat ulang alik Challenger beberapa tahun silam diakibatkan oleh kesalahan interpretasi seperti ini antara engineer NASA dengan pihak manajemen mengenai soal kebocoran di tanki bahan bakar pesawat.

Sebagian orang lebih senang memakai angka untuk menyatakan ketidakpastian, tetapi pada umumnya orang lebih suka memakai kata-kata daripada angka. Alasannya mungkin karena kata-kata lebih rasional dan alamiah. Saya sendiri termasuk ke kategori yang pertama alias lebih suka menyatakan keragu-raguan saya dengan angka.

Kalau saya ditanya apakah saya akan tetap konsisten menulis di blog ini, mungkin saya akan jawab: kemungkinannya 99%!

Written by ahdar

February 15, 2007 at 9:34 pm

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.